Surabaya. Jurnalabadinews.com – Dalam periode semester genap Tahun Ajaran 2025-2026, Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya secara resmi meluluskan sebanyak 569 wisudawan.

Prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana Terapan (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) tersebut digelar di Graha Samudra Ganesa, Kampus Laut Biru Universitas Hang Tuah Surabaya, pada Rabu (23/9/2026).
Momen ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk mulai mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Dalam sambutanya Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari mengingatkan para lulusan agar bersiap menghadapi lanskap dunia kerja yang berubah cepat akibat kecerdasan artifisial (AI).
Avando menyoroti laporan International Labour Organization (ILO) 2025 yang menyebut satu dari empat pekerja global terpapar AI generatif. Selain itu, laporan Future of Jobs dari World Economic Forum (WEF) 2025 memperkirakan 39 persen keterampilan inti pekerja akan berubah atau kurang relevan menjelang 2030.
“Ijazah tetap penting, tetapi tidak lagi cukup. Dunia nyata akan bertanya: masalah apa yang dapat Saudara selesaikan, nilai apa yang Saudara ciptakan, dan dapatkah Saudara belajar kembali ketika pengetahuan lama tidak lagi memadai?” kata Avando.
“5 Pesan Rektor untuk Lulusan UHT”
Menghadapi ketidakpastian ekonomi, krisis iklim, hingga persaingan global, Avando membekali para wisudawan dengan lima pesan kunci:
1. Kuasai teknologi dan AI secara bijak: Gunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, namun tetap kritis terhadap kebenaran data, bias, dan etika.
2. Rawat kualitas manusiawi: Pertajam kemampuan berpikir kritis, empati, komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
3. Jadikan integritas sebagai jangkar: “Kompetensi membuat Saudara diperhitungkan, integritas membuat Saudara dipercaya,” tegas Avando.
4. Terus belajar (lifelong learning): Selalu perbarui kompetensi, bangun jejaring lintas disiplin, dan pelajari literasi digital tanpa henti.
5. Ciptakan nilai dan lapangan kerja: Khususnya dengan memaksimalkan potensi sektor kelautan dan ekonomi biru sesuai jati diri kemaritiman.
(@.prm).
